BPJS Ketenagakerjaan Ajak Perusahaan Binaan Upayakan Rekrutmen untuk Pekerja Disabilitas

siap.click – BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jakarta Utara menyelenggarakan Workshop Sensitivitas Rekrutmen Disabilitas bagi Perusahaan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Pullman Hotel Central Park, Jakarta.
Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kelapa Gading, Ivan Sahat H Pandjaitan, Eri Pradono dari Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Ketua Sub Kelompok Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta, Andi Mustajab, Founder & CEO Parakerja, Rezki Achyana serta Eka Prastama Widiyanta, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas RI.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun sinergi serta kemitraan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan perusahaan,” ujar Ivan. Dikatakan, workshop tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai ragam disabilitas kepada perusahaan sekaligus mendorong partisipasi dunia usaha dalam membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kesadaran perusahaan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memenuhi hak-hak pekerja disabilitas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan perusahaan semakin terbuka terhadap pemenuhan hak-hak pekerja disabilitas,” jelas Ivan.
Dalam forum itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menegaskan target perusahaan swasta untuk mempekerjakan setidaknya satu persen penyandang disabilitas dari total tenaga kerja, sementara perusahaan pemerintah ditargetkan merekrut tiga persen dari jumlah pekerjanya. Target ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong lingkungan kerja yang lebih inklusif. “Target ini merupakan komitmen agar perusahaan memberikan akses kerja yang lebih adil dan setara,” ungkap Ivan.

Inklusif

Dalam kegiatan tersebut turut menggandeng Parakerja, startup yang berdiri sejak 2018 dengan komitmen pada pemberdayaan disabilitas di dunia kerja. Parakerja menyediakan pelatihan, penempatan kerja, aksesibilitas, juru bahasa isyarat, hingga layanan konsultan bagi perusahaan dan pemerintah. “Melalui forum ini, kami ingin mengajak dunia usaha untuk bersama-sama membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan mendukung keberagaman,” kata Ivan.
Selain mempertemukan perusahaan dengan penyandang disabilitas, BPJS Ketenagakerjaan juga berupaya menyerap kebutuhan mereka, termasuk dalam hal pelatihan keterampilan agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri. “Kami tidak hanya mempertemukan perusahaan dengan penyandang disabilitas, tapi juga berupaya menyiapkan mereka agar mampu bersaing di dunia kerja,” tegas Ivan.
Menurut Ivan, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen mendorong terciptanya lingkungan kerja yang ramah bagi penyandang disabilitas serta memastikan semua pekerja tanpa terkecuali memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Kami berharap forum ini menjadi awal dari terciptanya lebih banyak peluang kerja yang adil dan inklusif, sehingga setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, dapat berkembang dan berkontribusi maksimal,” pungkas Ivan.

Share