BNPB Larang Warga Bakar Lahan, Ada yang Lihat? Laporkan!

siap.click – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah bencana hidrometeorologi masih terjadi di berbagai daerah hingga Minggu (24/8/2025) pukul 07.00 WIB. Bencana yang tercatat meliputi banjir, cuaca ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D., mengatakan karhutla kembali terjadi di Sumatra pada Sabtu (23/8/2025). Peristiwa pertama terjadi di Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatra Utara, dengan luas area terbakar mencapai 40 hektare. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“BPBD Kabupaten Padang Lawas Utara melakukan pemadaman darat secara manual menggunakan gepyok dan pompa punggung. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Muhari.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh pada Sabtu (23/8/2025). Seluas dua hektare kebun kakao terbakar dan penyebabnya masih ditelusuri. Tim BPBD setempat mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran, dan api berhasil dipadamkan.

Banjir

Selain kebakaran, bencana banjir dilaporkan terjadi di Desa Maibua, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (23/8/2025) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. “Sebanyak 75 rumah dan 180 jiwa terdampak banjir. BPBD Kabupaten Tolitoli telah mendistribusikan bantuan logistik untuk warga yang masih bertahan di rumah masing-masing,” ujar Muhari. Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan Minggu (24/8/2025), hujan sudah berhenti dan banjir mulai surut.
Bencana hidrometeorologi lainnya berupa hujan deras disertai angin kencang juga terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, pada Jumat (22/8/2025). Kejadian itu mengakibatkan kerusakan di empat kecamatan. “BPBD mencatat ada 328 rumah terdampak serta satu tiang listrik roboh. Tim gabungan bersama masyarakat melakukan gotong royong memperbaiki kerusakan,” jelas Muhari.
Menanggapi rentetan bencana tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, memastikan drainase berfungsi baik, memangkas dahan pohon yang rawan patah, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran.
“Apabila melihat titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin dan tidak meluas,” tutur Muhari. Ia juga mengingatkan warga agar aktif memantau peringatan dini cuaca dari instansi resmi serta mengikuti arahan petugas jika terjadi situasi darurat bencana.

Share