Derita Beruntun Akibat Banjir: 14 Jiwa Tewas di Bali, Sejumlah Daerah Ribuan Warga Mengungsi

siap.click – Gelombang bencana hidrometeorologi kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia. BNPB mencatat, hingga Kamis (11/9/2025), bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Bali menewaskan 14 orang, 2 orang masih hilang, serta 659 jiwa terdampak.
“Penanganan darurat masih dilakukan bersama BPBD dan petugas gabungan, mulai dari pencarian korban hilang, pengendalian longsor, hingga penanganan banjir,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, di Jakarta.
Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Bali, terdapat lebih dari 120 titik banjir di tujuh kabupaten/kota. Kota Denpasar mencatat titik terbanyak, yaitu 81 titik. Sementara itu, longsor dilaporkan terjadi di 12 titik di Kabupaten Karangasem, 5 titik di Gianyar, dan 1 titik di Badung.
Korban meninggal tersebar di Kota Denpasar (8 jiwa), Kabupaten Gianyar (3 jiwa), Jembrana (2 jiwa), dan Badung (1 jiwa). Dua korban hilang masih dicari di Kota Denpasar. Sejumlah 562 warga kini mengungsi, dengan rincian 327 warga di Jembrana dan 235 warga di Denpasar. Fasilitas umum seperti sekolah, balai desa, musala, dan banjar difungsikan sebagai pos pengungsian.
Untuk mendukung penanganan darurat, BNPB menyalurkan bantuan berupa 200 selimut, 200 matras, 300 paket sembako, 50 tenda keluarga, 2 tenda pengungsi, serta peralatan evakuasi seperti perahu karet, mesin, dan 3 pompa air.

Rumah Terendam

Selain Bali, banjir juga melanda Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu malam (10/9/2025), pukul 20.55 WIB. Sebanyak 304 KK terdampak dengan ratusan rumah terendam. “Sebaran pengungsi berada di Kecamatan Pesisir Tengah (246 KK), Krui Selatan (38 KK), dan Karya Penggawa (20 KK). Saat ini, genangan mulai berangsur surut,” terang Muhari.
Di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, banjir bandang akibat meluapnya Sungai Kalbir menerjang Desa Emang Lestari dan Suka Maju, Kecamatan Lunyuk, Rabu (10/9/2025), pukul 02.30 WITA. Sebanyak 250 KK (786 jiwa) terdampak, dengan kerusakan 250 rumah dan satu akses jalan. Kondisi terkini banjir mulai surut.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, masih merendam Kecamatan Seruyan Hulu sejak Rabu (10/9/2025). Tercatat 95 KK terdampak, dengan kerusakan 72 rumah dan satu jembatan.
Tidak hanya bencana basah, kekeringan juga melanda Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 7.475 KK (22.821 jiwa) terdampak di lima kecamatan. BPBD telah mendistribusikan 224.000 liter air bersih sejak 7 Agustus hingga 10 September 2025.
BNPB menegaskan dukungan penuh terhadap penanganan bencana, baik hidrometeorologi basah maupun kering. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Ikuti informasi resmi pemerintah serta arahan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana,” tegas Muhari.

Share