Berjibaku Petugas PLN Terangi Lokasi Bencana Aceh

Terbangkan Genset Pakai Helikopter

Siap.click – Deru baling-baling helikopter memecah udara Aceh Besar pada Sabtu pagi (6/12/2025). Di bawah tubuh besarnya, sebuah genset 250 kWh tergantung kuat, diikat dengan teknik sling load yang menguji presisi para pilot. Helikopter Sikorsky berlogo BNPB itu melaju menuju Takengon, Aceh Tengah, membawa perangkat vital yang ditunggu-tunggu: sumber daya listrik untuk RSUD setempat yang selama berhari-hari bekerja dalam kondisi darurat akibat banjir besar.

Di balik pemandangan dramatis itu, berdiri upaya terpadu banyak pihak yang berlomba mengembalikan kehidupan warga ke kondisi layak. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D., menegaskan bahwa percepatan pemulihan pascabencana harus menjadi prioritas utama.

“Respons yang cepat adalah kunci agar layanan vital bisa kembali berjalan dan masyarakat tidak berada dalam ketidakpastian terlalu lama,” ujar Muhari. Upaya percepatan tersebut tampak jelas di Aceh Tamiang. Sejak Kamis (4/12/2024), sejumlah infrastruktur penting yang sempat lumpuh akhirnya kembali mendapatkan pasokan listrik.

RSUD Muda Sedia yang sebelumnya gelap dan terbatas dalam memberikan layanan kembali berdenyut setelah genset berkapasitas 66.000 watt dioperasikan. Bagi para penyintas yang membutuhkan perawatan, kehadiran listrik kembali menjadi tanda kehidupan yang pulih sedikit demi sedikit.

Di pos pengungsian Tamiang Sport Center, aliran listrik dari genset PLN juga menjadi penyelamat. Lampu-lampu kembali menyala, peralatan dapur umum bekerja, dan ruang-ruang penampungan terasa lebih aman bagi warga yang kehilangan rumah. PDAM Aceh Tamiang pun mulai bergerak normal setelah dipasangi genset 33.000 watt yang memastikan ketersediaan air bersih kebutuhan mendesak di tengah masa pemulihan.

Rute Laut

Di sisi lain, dukungan lintas sektor turut mempercepat proses pemulihan. Polri mengirim genset 100.000 watt menggunakan kapal dari Banda Aceh ke Aceh Tamiang, melintasi rute laut yang menjadi satu-satunya jalur distribusi yang memungkinkan. Genset besar ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan layanan publik dan aktivitas perkantoran yang terhenti selama sepekan.

Berkat koordinasi antara BNPB, TNI, dan Polri, PLN juga berhasil mengalirkan listrik ke Kabupaten Langsa. Truk-truk pengangkut genset harus menerjang jalur berlumpur yang sebelumnya tidak dapat dilalui kendaraan biasa. Namun upaya gigih itu membuahkan hasil: warga kembali dapat menikmati aliran listrik di rumah dan ruang publik mereka.

Di balik setiap mesin genset yang hidup, terdapat tantangan logistik yang tak kalah penting: ketersediaan BBM. PLN memastikan pasokan bensin dan solar tetap aman melalui koordinasi intensif dengan Pertamina. Distribusi dilakukan melalui tiga jalur utama Krueng Raya, Lhokseumawe, serta Meulaboh dan Medan agar seluruh wilayah terdampak tetap mendapatkan suplai energi.

Sebagai langkah darurat, tambahan 5 kiloliter bensin dan solar dikirim ke Banda Aceh, 10 kiloliter ke Lhokseumawe untuk wilayah termasuk Bireuen, serta pengajuan 20 kiloliter dari Kuala Simpang. Semua pasokan telah dikonfirmasi siap dikirim sehingga operasional genset dapat berjalan tanpa hambatan.

Semua upaya ini, menurut Muhari, menunjukkan satu hal: kekuatan kolaborasi. “BNPB, PLN, TNI, dan Polri menunjukkan bahwa ketika seluruh elemen bergerak bersama, pemulihan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih efektif,” kata Muhari.

Dari langit Aceh yang dilintasi helikopter hingga jalan-jalan berlumpur yang ditembus truk genset, satu pesan terasa kuat: di tengah bencana, sinergi adalah cahaya pertama yang kembali menyala.

Share