Siap.click – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Kelapa Gading ketika ratusan pengemudi ojek online menghadiri kegiatan buka puasa bersama bertajuk “Silaturahmi Hangat Bersama Driver Hebat (Sahabat)”. Lebih dari 400 mitra pengemudi Grab mengikuti kegiatan tersebut. Selain menjadi momen silaturahmi Ramadan, acara ini juga dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi pekerja di sektor transportasi digital.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kelapa Gading Ivan Sahat Pandjaitan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong peningkatan jumlah peserta dari kalangan pengemudi transportasi online. Dalam acara tersebut tidak hanya digelar buka puasa bersama, tetapi juga sosialisasi program Jamsostek, pendaftaran kepesertaan baru, penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) secara simbolis kepada ahli waris peserta, serta pembagian doorprize bagi para driver yang hadir.
“Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan dengan para mitra driver sekaligus memberikan pemahaman mengenai manfaat perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Harapannya, pengemudi yang belum menjadi peserta dapat langsung mendaftar, sementara yang sudah terdaftar dapat menyampaikan informasi ini kepada rekan sesama driver,” ujar Ivan.
Subsidi Manajemen
Ivan menuturkan, setelah mendapatkan sosialisasi mengenai manfaat BPJS Ketenagakerjaan, banyak pengemudi Grab menunjukkan antusiasme tinggi untuk mendaftarkan diri sebagai peserta baru. Antusiasme tersebut muncul setelah para driver memperoleh pemahaman lebih baik tentang manfaat perlindungan, dukungan kebijakan pemerintah, serta kebijakan internal dari manajemen Grab.
“Khusus mitra driver Grab, tersedia subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dapat diakses melalui aplikasi driver Grab. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong minat para pengemudi untuk mendaftar,” ungkap Ivan.
Ivan menjelaskan dalam beberapa bulan terakhir jumlah pengemudi transportasi online yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan meningkat cukup signifikan. Lonjakan tersebut terjadi setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2025 yang memberikan stimulus berupa potongan iuran bagi pekerja di sektor transportasi.
“Kenaikan jumlah peserta sangat terasa dalam tiga bulan terakhir sejak kebijakan diskon iuran diberlakukan. Kebijakan ini mendorong semakin banyak pengemudi transportasi online menyadari pentingnya perlindungan kerja bagi diri sendiri maupun keluarga,” ujar Ivan.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program tersebut, Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kelapa Gading ditunjuk untuk mengelola kepesertaan mitra Grab yang memperoleh bantuan iuran dari perusahaan. Proses administrasi kepesertaan dilakukan melalui koordinasi langsung dengan manajemen Grab.
Kode Iuran
Ivan menjelaskan data pengemudi yang memenuhi syarat program akan disampaikan oleh pihak Grab kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk diproses menjadi peserta. Setelah proses akuisisi selesai, peserta akan memperoleh kode iuran dan mekanisme pembayaran dilakukan melalui sistem yang dikelola oleh perusahaan.
“Kami menyiapkan tim khusus yang menangani kepesertaan mitra Grab agar proses akuisisi hingga layanan kepada peserta yang mengalami risiko kerja dapat berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujar Ivan.
Selain bekerja sama dengan perusahaan platform digital, BPJS Ketenagakerjaan juga aktif menjangkau komunitas pengemudi di lapangan. Sosialisasi program dilakukan melalui koordinasi dengan koordinator lapangan maupun komunitas driver yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
“Kami kerap mengundang komunitas driver dalam kegiatan sosialisasi atau menghadiri pertemuan mereka secara langsung. Melalui pendekatan ini, informasi mengenai manfaat program jaminan sosial dapat menjangkau lebih banyak pengemudi,” ujar Ivan.
Meskipun kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mitra Grab, Ivan menegaskan bahwa program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan terbuka bagi seluruh pengemudi transportasi online tanpa membedakan platform layanan. Pengemudi dari berbagai aplikasi transportasi digital juga dapat mendaftarkan diri secara mandiri.
“Selain Grab, pengemudi dari platform lain seperti Gojek maupun Maxim juga dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pendaftaran bisa dilakukan langsung di kantor cabang atau melalui aplikasi Jamsostek Mobile,” ujar Ivan.
JKM
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian secara simbolis kepada ahli waris salah satu mitra driver yang meninggal dunia pada awal 2026. Penyerahan santunan ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal yang setiap hari menghadapi risiko pekerjaan di jalan.
Ivan menjelaskan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja transportasi digital mencakup sejumlah perlindungan dasar, di antaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Melalui program JKK, peserta yang mengalami kecelakaan saat bekerja akan mendapatkan layanan perawatan medis hingga sembuh tanpa batas biaya sesuai indikasi medis. Sementara melalui program JKM, keluarga peserta yang meninggal dunia berhak menerima santunan serta manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta.
Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pekerja di sektor transportasi termasuk kelompok yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja cukup tinggi karena aktivitas kerja yang dilakukan di jalan raya setiap hari. Oleh karena itu, perluasan kepesertaan di sektor transportasi menjadi salah satu fokus penting dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal.
Ivan berharap kegiatan silaturahmi Ramadan ini dapat meningkatkan kesadaran para pengemudi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Dengan memiliki perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, para pengemudi dapat bekerja dengan lebih tenang karena memiliki jaminan perlindungan bagi diri sendiri maupun keluarga ketika menghadapi risiko kerja,” ujar Ivan.

